Gayo Lues 29 Juli 2026 – Semangat membangun kemandirian desa melalui sektor pertanian kembali ditunjukkan oleh Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Desa Terlis, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues. Melalui program ketahanan pangan yang didukung oleh Dana Desa Tahun Anggaran 2025, BUMK Desa Terlis berhasil melaksanakan Panen Raya Jagung sebagai hasil dari pengelolaan usaha pertanian yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Kegiatan panen raya ini menjadi momentum penting dalam menunjukkan bahwa pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program budidaya jagung yang dijalankan oleh BUMK Desa Terlis merupakan bagian dari upaya mendukung program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Kementerian Desa, sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat desa melalui sektor pertanian.
Usaha budidaya jagung tersebut dikelola secara bersama oleh 35 orang anggota kelompok tani yang tergabung dalam kegiatan usaha BUMK. Dengan semangat gotong royong, para petani mengelola lahan seluas 35 hektare yang dimanfaatkan secara produktif untuk budidaya jagung. Sejak proses persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga masa panen, seluruh kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama yang baik antara kelompok tani, pengurus BUMK, pemerintah desa, serta pendamping desa.
Keberhasilan panen raya ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan Dana Desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mampu menjadi modal produktif dalam mengembangkan usaha ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. Melalui penyertaan modal kepada BUMK yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025, masyarakat memperoleh kesempatan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
Panen raya berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri oleh Tenaga Pendamping Desa (TPD), perangkat Desa Terlis, pengurus BUMK, serta anggota kelompok tani. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha desa yang berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah desa, BUMK, pendamping desa, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan di tingkat desa.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus BUMK menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh anggota kelompok tani yang selama ini berkomitmen mengelola lahan secara optimal. Meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam proses budidaya, mulai dari kondisi cuaca hingga perawatan tanaman, semangat kebersamaan dan pendampingan yang intensif mampu menghasilkan panen yang membanggakan.
Tenaga Pendamping Desa juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Terlis dan BUMK dalam mengelola Dana Desa secara produktif. Program seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) bagi desa-desa lain di Kabupaten Gayo Lues dalam mengembangkan usaha ekonomi desa yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ketahanan pangan.
Lebih dari sekadar menghasilkan komoditas pertanian, program budidaya jagung ini telah memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan masyarakat desa. Keterlibatan 35 anggota kelompok tani menunjukkan bahwa program ketahanan pangan mampu menciptakan lapangan usaha, meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat kelembagaan ekonomi desa melalui BUMK, serta mendorong pemanfaatan potensi lahan pertanian secara lebih produktif.
Ke depan, Pemerintah Desa bersama BUMK berkomitmen untuk terus mengembangkan usaha pertanian yang telah berjalan. Evaluasi terhadap hasil panen akan menjadi dasar dalam menyusun strategi pengembangan usaha pada musim tanam berikutnya, termasuk peningkatan kualitas budidaya, efisiensi pengelolaan lahan, serta perluasan akses pemasaran hasil panen agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.
Panen Raya Jagung BUMK Desa Terlis menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, BUMK, kelompok tani, pendamping desa, dan masyarakat mampu menghasilkan program yang berdampak nyata. Dengan pengelolaan Dana Desa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pemberdayaan, desa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi desa-desa lainnya untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan Dana Desa sebagai instrumen pembangunan yang produktif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat serta mendukung terwujudnya desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.







